LUGU

LUGU

By : Kang. Zey

Seperti biasa sore itu Somat duduk di depan masjid bersama Ifan dan Hamid. Mereka adalah santri-santri yang sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Sulamul Huda. Sambil menunggu waktu magrib tiba mereka belajar bersama. Disaat belajar bersama seperti ini tidak jarang mereka menyelinginya dengan bercanda.

Saat itu Somat dan kedua temannya sedang belajar mengenai bahasa arab. Keinginan mereka untuk mahir berbahasa sangat tinggi. Apalagi bahasa arab, mereka sangat suka. Karena selain merupakan bahasa asing serta dapat membuat mereka semakin percaya diri, para ustadz dan ustadzah memotivasinya dengan mengatakan bahwa bahasa arab adalah bahasa Al-Qur’an dan juga bahasa yang di pakai oleh punghuni surga. Sehingga Somat, Ifan, dan Hamid lebih rajin lagi dalam belajar bahasa arab. Walaupun belum mahir mereka selalu mencoba menggunakan bahasa arab setiap saat.  Meski masih bercampur dengan bahasa Indonesia.

Yang mereka suka ketika belajar adalah Tanya jawab. Lebih lebih ketika belajar bahasa arab mereka saling memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai mufrodat kepada temannya.

“hey Hamid, apa bahasa arabnya sepeda?”, Tanya Ifan,  memulai belajar.

Hamid : “Darroojatun” dengan suara keras.

Ifan      : “Coba sekarang, apa bahasa arabnya buku?”,

Hamid : “Kecil itu….. kitaabun, kan!”

Somat  : “Kalau lampu?”

Hamid : “Ya pasti mishbaahun lah”

Ifan      : “Wah hebat kamu mid, semua pertanyaan kami kamu bisa menjawabnya,”

Saat mereka bertiga sedang asyik Tanya jawab tiba-tiba kak faruq datang. Ia merupakan santri kelas lima yang merupakan kakak kelas mereka.

“Assalamu’alaikum, lagi belajar nih?” Sapa kak faruq dengan ramah.

“Wa’alaikum salam, iya kak ni kami sedang belajar bahasa arab”, jawab mereka serempak

Faruq   : “Kalau gitu boleh dong saya ikutan?”

Hamid : “Boleh-boleh, mari kita belajar bersama kak!”

Hamid : “Nah sekarang Kak Faruq Tanya kami ya!!!

Faruq   : “Oke siapa takut, baik, ni babak rebutan ya, yang bisa menjawab akan kakak kasih hadiah.

Somat  : “Baik, ayo kak cepat apa pertanyaannya,”

Ifan      : “Iya kak sudah tidak sabar nih”

Faruq   : “Apa bahasa arabnya kursi?”

Ifan      : Kursiyyun….

Faruq   : “coba sekarang apa bahasa arabnya mie yang kecil-kecil, dan juga bahasa arabnya terima kasih?”

Ifan      : “Hmm… apa ya? Gak tau ah”

Hamid : “jangan sulit-sulit dong kak pertanyaanya saya juga belum tau nih.”

Somat  : “Saya tahu kak, bahasa arabnya mie yang kecil-kecil itu su un, sedangkan terima kasih itu matur suwun.”

Faruq   : “Haa… mie kok su un, trus terima kasih kok matur suwun? Kalau itu ma bukan bahasa arab mat, tapi bahasa jawa.” Somat Somat. O’on kok di pelihara.

Seketika itu juga mereka tertawa terpingkal-pingkal. Sedangkan Somat tetep saja bengong, karena tidak tau mengapa dia ditertawakan

Posted on 16 April 2013, in KISDA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: