Sosok Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Sulamul Huda

Ust. MUHAMMAD IRFAN RIYADI M.Ag

Ust. M. Irfan Riyadi, MAg

                 Muhammad Irfan Riyadi, M. Ag., beliau adalah orang yang bersahaja, berjiwa muda, dan penuh semangat. Beliau merupakan pimpinan sebuah pesantren di Mlarak, yaitu Pondok Pesantren Sulamul Huda, Siwalan. Bagi santri dan masyarakat beliau dikenal sosok yang luar biasa. Khususnya santri Sulamul Huda memandang beliau sebagai teladan, motivator, sekaligus telah dianggap sebagai orang tua sendiri.

Orang yang terlahir sekitar 43 tahun lalu ini mempunyai kepribadian simpel tetapi berkomitment. Beliau sudah ditinggalkan oleh bapaknya sejak berumur dua tahun, karena meninggal. Dan mulai saat itu beliau hanya diasuh oleh ibunya sendirian. Sedangkan kedua kakak perempuannya juga masih kecil-kecil. Dari latar belakang seperti itu beliau selalu berusaha menjadi orang yang mandiri. Sejak masih kecil keinginannya mencari dan pemperoleh pengetahuan sangat tinggi, hasrat untuk menjadi anak terpelajar itu mendorongnya untuk berfikir keras bagaimana keinginannya bisa tercapai. Setelah lulus dari sekolah dasar beliau melanjutkan pendidikannya di SMP sambil nyantri di Pesantren Al-Idris Ponorogo, dibawah asuhan Kyai Mujab Tohir. Sejak itu pula jiwa kesederhanaannya muncul. Makanan seadanya dan juga nasi aking menenani hidupnya di pesantren tersebut. Beliau bertahan sampai lulus SMP dan melanjutkannya ke SMA.

Karena rasa hausnya dalam ilmu pengetahuan akhirnya beliau memutuskan menyelami ilmu agama di Pondok Modern Daarussalam Gontor ponorogo selama empat tahun. Sejak kecil beliau adalah anak yang cerdas. Mulai di SD, SMP, dan SMA selalu mendapat nilai tertinggi. Begitu juga di Pondok Modern Daarussalam Gontor itu beliau mendapat nilai tertinggi ke empat dari empat ratus santri, sehingga diminta mengabdi dan membantu mendidik serta mengasuh santri di sana.

Tidak sampai disitu saja jalan pendidikannya. Setelah mengabdi satu setengah tahun beliau melanjutkan pengembaraannya dalam menuntut ilmu pada perguruan tinggi di Surabaya sampai lulus S2 dengan menyandang gelar M. Ag. dan nilai terbaik pula. Sejak masih muda beliau juga gemar dan menyukai dunia bisnis, seperti penuturan beliau terhadap kami. Dulu ketika masih menjadi mahasiawa beliau sering membuka usaha-usaha kecil, salah satunya beliau membuka usaha jahit pakaian denganbeberapa karyawan sebagai pekerjanya. Walaupun beliau tidak mempunyai keahlin menjahit tapi semangatnya membuka usaha tersebut sangat tinggi. Tetapi usahanya itu ditutup karena mengalami kebangkrutan. Kegemarannya dalam dunia bisnis itu terbawa sampai sekarang. Sekarang bisa dikatakan beliau adalah orang sukses. Itu terlihat dari sebuah toko (foto copy) dan rumah makan yang beliau kelola.

Disisi lain yang notabene adalah pimpinan pondok, beliau dituntuk harus selalu di pondok. Sebagai pemimpin beliau memimpin pesantren itu ketulus iklasan, serta berharap santri-santrinya kelak menjadi oranga yang berguna dan dapat menegakkan syariat Islam. Walaupun kesibukan dan padatnya jadwal dalam mengasuh pondok, mengembangkan perekonomian, beliau juga bertani. Bahkan bida dibilang petani yang handdal.itu saja belum cukup dan masih banyak lagi kesibukannya. Seperti dua tahun terakhir ini kesibukannya bertambah serta harus berfikir lebih keras dalam membagi waktu. Karena sampai saat ini beliau tercatat sebagai dosen pada salah satu perguruan tinggi di Ponorogo, juga sebagai Mahasiswa S3 di UIN Yogyakarta. Karena sebab itu juga beliau harus pulang pergi Ponorogo Yogyakarta. Harus berada di Yogyakarta tiga hari dan empat hari di rumah. Belum lagi jika nanti ada jadwal lain di luar kota untuk penelitian dan tugas-tugan lain.

Itu semua belum masuk pada kesibukannya di keluarga, yaitu sebagai kepala keluarga dengan tiga putra purtrinya. Tetapi kasih sayang kepada keluarga ini juga beliau utamakan karena keluargalah motivasi bagi beliau. Bahkan diantara putra putrinya itu ada yang masih kecil, masih sangat membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya. Dengan hal itu juga dituturkan, setiap ada kesempatan beliau menyempatkan bercengkerama dan liburan dengan keluarga. Selain itu anak-anaknya juga dididik menegenai arti sebuah kehidupan agar mereka bidsa hidup mandiri.

Kisah kehidupan lengkap dengan lika-likunya inilah yang membuat anak-anaknya serta para santri menjadi termotivasi dan sungguh-sungguh dalam belajar. Termasuk salah satu prinsip beliau yang tetap menjadi pegangan santri adalah “Kunci semua hal adalah ketekunan dalam mencari ilmu”. Dan juga “ Orang bisa pandai itu karena belajar, orang akan sukses karena bekerja keras, dan orang hebat itu karena mempunya perencanaan dalam hidupnya.”

Posted on 16 Agustus 2013, in Artikel, PONDOK, Uncategorized. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. maju terus sulamul huda……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: